BERITA

Kumpulan Berita DITLANTAS POLDA SUMUT

KETAKUTAN ATAU KESADARAN DALAM BERLALU LINTAS

02
Mar 2018
Responsive image

Ketakutan atau kesadaran dlm berlalu lintas ?

Tatkala ada program keselamatan berlalulintas dicanangkan atau ada penegakkan hukum munculah berbagai issue yg dijadikan bahan perbincangan. Tidak hanya yg aktual yg hoaxpun dimunculkan bahkan seringkali yg palsu atau penyesatan mjd keyakinan publik. Program keselamatan dilakujan krn sumber daya manusiabadalah aset utama bangsa. Janganlah menjadi korban sia sia di jalan raya. Keselamatan untk kemanusiaan. Korban meninggal dunia bgt tinggi bs mencapai 60 sd 70 oramg perhari belum yg cacat jg kerugian materiil dsb. Tatkala terjadi kemacetan pun sebenarnya sdh terjadi sesuatu yg kontra produktif.

Program keselamatan berlalu lintas oleh PBB dicanangkan melalui program road safety. Ada 5 pilar yg menangani yaitu:
1. Road safety manajemen ( manajemen keselamatan berlalu lintas) penjurunya adalah Bappenas
2. Saver road atau jalan yg berkeselamatan penjurunya kementrian PU PERA
3. Saver vehicle atau kendaraan yg berkeselamatan penjurunya kementrian Perhubungan
4. Saver road users atau pengguna jalan yg berkeselamatan penjurunya adalah Polri
5. Post crash care atau penanganan pasca kecelakaan penjurunya adalah kementrian kesehatan.

Ke 5 pilar tsb memiliki tugas dan tanggung jawab masing2 yg tdk terpisah dan ttp saling mendukung sbg satu kesatuan yg merupakan one gate service for road safety.
Amanat UULLAJ dimana seluruh pemangku kepentingan berupaya dan bertanggungjwab untk :
1. Terwujud dan terpeliharanya keamanan keselamatan ketwrtiban dan kelancaran lalu lintas
2. Meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas
3. Terbangunya budaya tertub berlalu lintas
4. Terbangunya sistem2 yg mampu meningkatkan kualitas pelayanan di bidan LLAJ

Sejalan dg amanat UULLAJ dan amanat PBB Polri / Korlantas dan jajaranya dlm mengimplementasikan program road safety di era digital langkah2 yg telah sedang dan akan dibangun adalah sbb :

1. Memodernisasi polantas dg membangun tmc sbg perwujudan back office aplication dan net work yg sistem pendukung road safety management
Yg berisi sistem2:
a. ssc untuk memanage jalan/ saver road,
b. Eri untk memanage kbm/ saver vehicle,
c. Sdc untk memanage pengguna jalan/ saver road users,
d. Intan untuk mendukung penanganan pasca laka / post crash care

Semua itu dimanage dlm smart management yg diawaki oleh petugas2 cyber cops

2. Sistem2 di atas merupakan back office, aplication dan net work untk membangun big data menuju one gate service

3. Membangun pusat sekolah mengemudi / sdc

4. Membangunya traffic attitude record / catatan perilaku berlalu lintas dan de merit point system untuk sistem perpanjangan sim/ stnk

5. Menerapkanya e tilang/ele / gakkum scr elektronik

6. Membangunya traffic accident research centre ( TARC)

7. Menerapkanya program2 road safety untuk ditegakkan atas pelanggaran2 lalin yg berakibat korban fatal :
a. Helmet,
b. Speed,
c. Drink driving,
d. Seat belt,
e. Child restrain,
f. Penggunaan hp saat berkendara,
g. Melawan arus

Ke 7 point tsb ajan mjd program membangun kesadaran berlalu lintas bukan ketakutan ditilang petugas. Para pengguna jalan diwajibkan pwka peduli dan berbela rasa untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas bagi dirinya maupun orang lain. Tatkala sadar maka akan peka dan peduli serta bertanggung jawab dab akan disipkin ketika berlalu lintas. Dan spirit penegakkan hukum adalah untuk kemanusiaan yg cakupanya untk :
1. Mencegah kecelakaan lalu lintas, mencegah kemacetan, atau masalah2 lalu lintas lainya.
2. Memberikan perlindungan pengayoman kpd pengguna jalan lainya, kpd korban dan pencari keadilan.
3. Membangun budaya tertib berlalu lintas
4. Agar ada kepastian untk menyelesaikan berbagai masalah lalu lintas dan
5. Sbg bagian dr edukasi

Polisi tugasnya salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Memang merubah mind set tertib berll lintas tdk hanya dg gakkum melainkan dg 4 point yg saling berkaitan
1. Membangun infrastruktur dan sistem2nya yg ada di point modernisasi polantas
2. Edukasi baik scr formal maupun non formal. Langsung maupun melalui media
3. Sistem sim yg mencakup pendidikan keselamatan atau sekolah mengemudi
Sistem uji sim dan sistem penerbitan sim yg akan dikaitkan dg TAR dan DMPS
4. Gakkum yg tdk lagi manual ttp menuju ELE

<<< Kembali ke Berita